SEMUA TULISAN / ARTIKEL DALAM BLOG INI HANYA SEBAGAI BAHAN PELAJARAN ( IHTIBAR ) KARENA ORANG PINTAR ADALAH ORANG YANG MERASA DIRINYA BODOH SEHINGGA TIDAK BERHENTI MEMBACA DAN BELAJAR

Minggu, 04 September 2011

KEHIDUPAN ORANG-ORANG SOLEH

SAYIDINA ABU BAKAR AS SIDDIQ

Hatinya terlalu takut pada Allah sehingga pernah tercium dari nafasnya bau hati yang terbakar. Artinya hatinya yang terlalu takut itu telah terbakar.
Kalau beliau mengetahui bahwa makanan yang sedang dimakan itu adalah makanan syubhat maka beliau akan mengorek mulutnya hingga muntah-muntah kemudian dia akan berkata, ''Wahai Tuhanku, janganlah Engkau bertindak ke atasku karena apa yang telah dihisab untuk peluh dan yang telah tercampur dengan perut panjangku.''

SAYIDlNA UMAR IBNU KHATTAB

Ilmunya banyak, akalnya luas, kefahamannya mendalam, orangnya zuhud, tawadhuk, belas kasihan dengan kaum Muslimin, selalu insaf, tegas dengan kebenaran dan sangat membesarkan perjalanan hidup Rasulullah SAW.

Beliau tidak mengumpulkan dalam satu hidangan dua jenis lauk hingga menemui Allah. Pakaian beliau bertambal empat di antara dua bahunya. Kainnya ditambal dengan kulit. Satu ketika pernah orang menghitung tambalan di bajunya, dan didapatkan ada 14 tambalan, bahkan salah satu tambalan dari tanah liat merah.

Apabila terjadi satu hal terhadap orang-orang Islam beliau sangat memperhatikan dengan seksama urusan itu, sehingga beliau hampir binasa.

Satu hari beliau terlambat pergi shalat Jum’at. Setelah keluar dari masjid beliau lantas meminta uzur dengan berkata, "Aku terlambat karena bajuku dicuci sedangkan aku tidak ada baju lagi selain ini."
Ketika berjalan dari Madinah ke Mekkah untuk menunaikan haji, beliau tidak memasang kemah sampai pulang. Kalau beliau berhenti di satu tempat, beliau menyangkutkan baju atau tikar dari kulit di atas pohon dan berteduh di bawahnya.Warna kulit beliau putih kemerahan. Pada musim kekurangan makanan dan kepanasan, kulit beliau menjadi hitam manis sebab ketika itu makanan kurang.
Untuk memberi rasa tentram pada kaum Muslimin beliau tidak lagi makan daging, minyak sapi dan susu. Sebaliknya Beliau hanya memakan minyak selama sembilan bulan. Beliau bersumpah tidak akan makan lauk selain minyak hingga Allah memberi rasa tentram pada kaum Muslimin.

Apabila beliau membaca ayat-ayat Al Quran yang menjadi wirid-wiridnya, dadanya menjadi terharu hingga beliau terjatuh dan menangis. Kemudian beliau terus tinggal di rumah saja, tidak mau keluar hingga didatangi oleh banyak orang karena menyangka beliau sakit.
Kalau beliau lewat di tempat najis beliau berhenti dan berkata, "Inilah dunia, yang kamu rakus dengannya."

Sayidina Umar mencintai shalat di tengah malam. Apabila melakukan kesalahan dengan manusia beliau menanggalkan bajunya dan memakai baju pendek sampai batas lututnya saja, kemudian beliau mengangkat suaranya, menangis meminta ampun kepada Allah sambil air matanya mengalir hingga membasahi badannya.

Beliau sendiri memikul karung tepung untuk diberi pada janda-janda dan anak-anak yatim. Sahabat-sahabat meminta untuk memikul karung-karung itu, tapi tidak diizinkannya dengan berkata, "Siapakah yang akan memikul dosaku di hari kiamat kelak?"
Setelah Sayidina Umar wafat, Sayidina Abbas bermimpi melihat beliau dan bertanya, "Apa yang terjadi dengan engkau ya Amirul Mukminin?"
Beliau menjawab, "Hampir-hampir Umar jatuh jika tidak kudapati bahwa Tuhan itu Maha Pengasih."

SAYIDINA USMAN IBNU AFFAN

Beliau dibunuh ketika sedang membaca Al Quran setelah dikepung selama 49 (empat puluh sembilan) hari.
Beliau sangat malu (pemalu) hingga pintu rumahnya senantiasa ditutup. Ketika mencuci pakaian, beliau tidak pernah meletakkannya di atas pintu karena malu mengangkat punggungnya.
Sepanjang hari berpuasa dan sepanjang malam beribadat, hanya tidur sedikit di awal malam.
Sering sekali mengkhatam Al Quran pada tiap-tiap rakaat shalatnya.

SAYIDINA ALI BIN ABI THALIB

Pada suatu shalat subuh, selesai memberi salam langsung Sayidina Ali menadahkan tangan dan berkata :
"Telah ku lihat para sahabat Nabi SAW, tetapi sekarang tidak ada lagi yang menyerupai mereka itu. Mereka (para sahabat) biasanya keluar pagi-pagi berambut kusut, wajah menguning berdebu dan mata mereka membesar sebesar lutut kambing karena semalaman suntuk bersujud dan berdiri shalat malam seraya membaca kitab Allah dan menggilirkan antara tapak dan kening ke tanah. Bila hari telah pagi mereka pun mengingat Allah hingga bergoyang badannya bagaikan pohon ditiup angin badai dengan airmata bercucuran membasahi kain. Wallahi, sekarang kulihat masyarakat lalai sepanjang malam."
Kemudian Sayidina Ali pun bangkit. Dan sejak subuh itu beliau tidak pernah lagi kelihatan ketawa hingga beliau wafat oleh pukulan pedang Ibnu Muljam.

Cerita seorang majusi dengan nabi ibrahim a.s. :

Seorang Majusi meminta bertamu ke tempat Nabi Ibrahim a.s., maka dijawab oleh Nabi Ibrahim a.s, "Kalau engkau masuk Islam maka aku terima sebagai tetamuku."
Kemudian Majusi itu pun meneruskan perjalanannya. Lalu Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Ibrahim a.s. :

"Kenapa engkau tidak mau menjamunya karena dia tidak mau mengubah agamanya? Sedangkan Kami telah 70 tahun menjamunya di dunia walaupun dia kafir. Kalau engkau terima dia menginap malam ini, apa salahnya ?"

Nabi Ibrahim a.s. pun bergegas menyusul Majusi itu lalu membawanya kembali dan menjamunya. Majusi lalu bertanya tentang sebab terjadinya perubahan sikap Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. pun menceritakan keadaan yang sebenarnya. Mendengar itu Majusi pun berkata, "Begitulah Allah memperlakukan diriku. Tolonglah tuan uraikan pada saya tentang Islam."
Dan Nabi Ibrahim a.s. pun menceritakan tentang Islam hingga akhirnya Majusi itu pun memeluk Islam.
Ibrahim Al Athrusy bercerita :

Suatu hari kami sedang duduk-duduk di pinggir Sungai Dajlah di Kota Baghdad bersama Maaruf Al Kharkhi. Kami melihat sebuah sampan yang penuh dengan muda-mudi berpesta ria, memukul gendang sambil minum tuak.

Melihat itu kami pun berkata kepada Maaruf Al Kharkhi," Lihatlah mereka terang-terangan melakukan dosa. Berdo'alah pada Tuhan agar mereka dihukum!"

Maaruf Al Kharkhi lalu menadahkan tangannya sambil berdoa, "Ya Tuhanku, sebagaimana Engkau telah menggembirakan mereka di dunia maka berikanlah mereka kegembiraan di akhirat."
Kami segera menyela," Kami minta didoakan musibah untuk mereka". Dan Maaruf menjawab, "Bila Allah mau menggembirakan mereka di akhirat, Dia akan sudi mengampuni mereka."

Hatim Al Assam berkata:
Janganlah terpedaya oleh satu daerah yang baik karena tidak ada tempat yang lebih baik dari syurga sedangkan di syurga pun Nabi Adam a.s masih menemui kesusahan.
Jangan terpedaya oleh banyaknya ilmu karena Bal’am adalah seorang ulama yang mengenal rahasia nama Allah yang paling agung (Ismullah Al ’Azam), tetapi cobalah kaji penderitaan yang dideritanya.

Jangan terpedaya juga karena pernah melihat orang-orang soleh dari dekat. Tidak ada pribadi yang lebih mulia tempatnya di sisi Allah dan Rasulullah SAW, sedangkan begitu ramai kaum keluarganya dan musuhnya yang tidak mendapat manfaat dari perjumpaan dengan Baginda.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Random Artikel

 

Nurulhuda Gorontalo Copyright © 2012 Designed by Onald