Home » » Renungan: Kita dan al-Quran (KISAH)

Renungan: Kita dan al-Quran (KISAH)

Written By NurulHuda on Senin, 05 Mei 2014 | Senin, Mei 05, 2014



Ada dua orang lelaki melakukan perjalanan keliling dunia. Yang satu adalah laki-laki kaya raya, sedangkan satu lagi laki-laki miskin. Si miskin melakukan perjalanan keliling dunia dengan modal seadanya. Dan si kaya berkeliling dunia sambil membawa barang dagangan berupa perhiasan yang indah dan berharga.

Ditengah perjalanan kedua lelaki ini berkenalan. Disela-sela percakapan sikaya berkata," Saudara kemarilah! Ada sesuatu yang ingi aku perlihatkan padamu." Kemudian si lelaki miskin pun menghampirinya dan menyaksikan apa yang ingin diperlihatkan oleh si kaya.

"Lihat, yang ada di telapak tanganku ini adalah intan dari dataran Arabia.ini berlian dari Hindia. Ini dari Eropa.Dan ini dari China," kata si kaya penuh bangga. berbagai jenis intancdan berlian dia perlihatkan kepada si miskin. Kemudian si kaya menyimpan perhiasannya dan mulai berkisah tentang benda benda berharganya itu. Si miskin menyimak kisah kisah mengagumkan dan sediki demi sedikit hatinya mulai menyimpan rasa cemburu. Akhirnya terbesitlah niat jahat dipikiranya untuk mencuri perhiasan itu. Ketika malam tiba, si miskin masuk mengendap-endap kekamar si kaya . Disana ia mencari perhiasan yang ia lihat tadi siang. Awalnya si miskin mencari didalam tas si kaya, kemudia didalm saku bajunya. Ia mencari kesetiap tempat disudut kamar itu tanpa menemukan apa apa, sebelum ia menyerah dan kembali kekamar. Setelah pagi merakah, kedua sahabat itu pun kembali bercengkramadiatas kapan sambil menikmati pemnadangan laut yang terhampar luas.Si miskin masih menimpan seribu tanya tentang perhiasan-perhiasan itu, sedangkan si kaya menyimpannya didalam benak. Dengan penuh bangga,si kaya kembali bercerita tentang berbagai pengalaman yang ├╝ernah ia dapatkan sepanjang hidupnya. Dari satu cerita ke cerita lain, dari satu negeri ke negeri lain, dari satu perniagaan ke perniagaan lain. Semua kisahnya semakin membuat si miskin iri dan ingin sekali merasakn hidup seprti yang dirasakan si kaya. rasa ingin tahunya memuncak. ia sudah tidak sabar menanti malam menjelma.

Setelah matahari tenggelam di garis samudera yang lurus, maka malam pun merajai alam.
 aku pun ingin menjadi raja," kata si miskin membatin.

Untuk kedua kalinya ia masuk kekamar si kaya dan mencari cari semua perhiasan yang seharian ini ia pikirkan. ia melihat kebawah tempat tidur, dan tidak menemukanya.ketika cahaya matahari masuk dari celah celah jendela kamar itu, si miskin pun kembali tanpa membawa hasil. Kecewa.

Pagi itu kembali duduk menikmati lautan yang terbelah oleh badan kapal yang mereka tumpangi. burung-burung bersiluit diatas mereka sambil sesekali memperlihatkan pola tertetu;lingkaran, barisan panjang, dan pola pola unik lainnya . sikaya memperhtikan semua itu dengan khusyuk. sedangkan si miskin duduk disebelahnya dengan seribu pertanyaan didalam benak . hari ini telah hilang kesabarannaya untuk mencari tahu.
"saudaraku, aku ingin berbicara jujur kepadamu. sesungguhnya, selama dua hari ini aku begiu mengingin kan hartamu. dan setiap malam aku terus mengendap- endap ke kamarmu untuk mencari perhiasan itu. tapi aku tidak pernah menemukannya disana. bole aku tahu dimana engkau meletakkannya?" pintasi miskin penuh iba. tapi si kaya tidak begitu memberi perhatian pada temannya itu. ia masih sibuk mengamati pola-pola yang dibuat oleh burung dibawah awan.

melihat sikap seperti ini, si miskin merasa dilecehkan. ia pun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkannya. pada saat itulah sikaya memanggilnya kembali.
" saudaraku kemarilah!"kini sikaya benar benar berbicara kepada simiskin dan meninggalkan burung burung itu bersama awan.
" memang selama ini aku tahu yang engkau kerjakan. aku pun tahu isi hatimu. engkau mencari perhiasanku disetiap jengkal kamarku dan tidak menemukannya, bukan?" si msikin hanya mengangguk penuh tanda tanya. alisnya yang bertaut membuat si kaya paham bahwa temannya itu sudah tidak sabar menunggu kelanjutan kata katanya.
"aku tidak meletakkan perhiasan itu di dalam tas, baju, celana, atau tempat manapun dikamarku. aku justru meletakkannya didalam saku bajumu." spontan simiskin terhenyak mendengar kata kata itu. ia masih belum percaya sampai ia memasukkan tangannya kedalamsaku baju dan menemukan perhiasan si kaya disana.




inilah ilustrasi tentang kondisi manusia manusia yang meninggalkan al-Quran. mereka mencari sumber kebahagiaan kemana mana, padahal semua itu ada didalam saku baju mereka sendiri; itulah al-Quran

SUMBER
Share this article :

1 komentar :

SEMUA TULISAN / ARTIKEL DALAM BLOG INI HANYA SEBAGAI BAHAN PELAJARAN ( IHTIBAR ) KARENA ORANG PINTAR ADALAH ORANG YANG MERASA DIRINYA BODOH SEHINGGA TIDAK BERHENTI MEMBACA DAN BELAJAR
 

Copyright © 2014 Nurulhuda Gorontalo - All Rights Reserved

Design By @OnaldBau